Postingan

Foto saya
Dr. Nurkhalis Mukhtar, LC., MA
Banda Aceh, Aceh
Ketua STAI Al-Washliyah Banda Aceh - Penulis Buku MEMBUMIKAN FATWA ULAMA

Abuya Syekh Haji Muhammad Waly al-Khalidy; Syekhul Masyayikh Ulama Dayah Aceh Kontemporer.

Gambar
Teungku Muhammad Waly adalah nama kecilnya, namun setelah menjadi alim besar, masyarakat Aceh lebih mengenalnya dengan panggilan Abuya atau Syekh Haji Muda Waly. Kehadiran Syekh Muda Waly dalam perkembangan keilmuan Islam di Aceh memiliki arti yang penting, karena hampir seluruh ulama Aceh pada era sesudahnya berada pada jejaring murid, atau murid dari murid Abuya. Mengawali pengembaraan intelektualnya, Syekh Muda Waly belajar pada beberapa orang ulama kharismatik, di antaranya:Syekh Haji Salim bin Malin Palito yang merupakan ayah Abuya sendiri, kemudian melanjutkan kepada Teungku Syekh Ali Lampisang atau dikenal dengan Abu Lampisang, ulama yang berasal dari lampisang Aceh Besar. Setelah empat tahun belajar di Madrasah al Khairiah yang dipimpin oleh Abu Lampisang, Syekh Muda Waly melanjutkan pengembaraannya ke Abdya tepatnya di Blangpidie. Abuya belajar langsung dengan ulama yang berasal dari Lamlhom yaitu Syekh Teuku Mahmud atau dikenal dengan sebutan Abu Syekh Mud Blangpidie. D...

WOWW 😁😲😲 Siapakah Yg Berhaq Mensahihkan Hadits ?

Gambar
 

Abu Syekh T. Mahmud Lhoknga; Syekhul Masyayikh Ulama Dayah Aceh Periode Awal.

Gambar
Nama kecilnya Teungku T Mahmud berasal dari Lhoknga. Setelah menjadi alim besar yang rasikh ilmunya, masyarakat Blangpidie dan sekitarnya mengenal beliau dengan Abu Syech Mud. Abu Syekh Mud diperkirakan lahir sekitar tahun 1899, beliau masih keturunan Teuku dan Ulee Balang kawasan Lhoknga Aceh Besar dan menikah ke Lamlhom masih di kawasan yang sama. Mengawali pengembaraan ilmunya, semenjak kecil Abu Syech Mud telah mulai belajar agama di desanya disertai pelajaran umum di sekolah yang dikhususkan kepada anak-anak bangsawan ketika itu. Setelah beberapa tahun belajar di desanya, Abu Syech Mud kemudian memperdalam keilmuannya ke Dayah Abu Hasan Kruengkalee di Siem tahun 1916 setelah tibanya Abu Kruengkalee dari Mekkah di mana sebelumnya Abu Kruengkalee mengabdi beberapa tahun di Lembaga Pendidikan Teungku Chik Arsyad di Yan temannya Teungku Chik Oemar Diyan dan Abu Kruengkalee menikah disana. Hampir lima tahun dengan segenap kesungguhan dan ketekunan Abu Syech Mud belajar, sehingga be...

BID'AH ZIKIR BESAR SUARA !? 😱😱😂 Ini Penjelasannya

Gambar
 

Abu Lam U; Ulama Pendidik dan Pelanjut estafet Teungku Chik Oemar Diyan.

Gambar
  Lahir dari keturunan ulama dan pemimpin masyarakat, ayahnya Teungku Chik Umar Diyan adalah Pendiri Dayah Lam U dan salah satu pejuang dalam perang Aceh. Teungku Chik Umar Diyan merupakan karib beberapa ulama pejuang Aceh seperti Teungku Chik Tanoh Abee, Teungku Chik Di Tiro, Teungku Haji Muda Kruengkalee dan Teuku Panglima Polem.  Setelah wafatnya Teungku Chik Di Tiro pada tahun 1891, dan Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee pada tahun 1894, beberapa ulama yang menjadi sasaran penangkapan Belanda seperti Teungku Chik Umar Diyan dan Teungku Chik Muhammad Arsyad yang dikenal dengan Teungku Chik Di Balee memilih hijrah ke Yan dan membangun lembaga pendidikan disana. Teungku Abdullah bin Umar bin Auf lahir di Desa Lam U Kemukiman Lam Jampok Aceh Besar pada tahun 1888 dengan ibu yang bernama Nyak Sunteng seorang gadis dari Lam U. Selain Teungku Abdullah Umar yang dikenal Abu Lam U, beberapa saudaranya yang lainnya juga para ulama dari ibu yang berbeda dengan ayah Teungku Chik Umar...